Rabu, 02 September 2015

Fanfiction: Triangle Love - Chapter 1


Deskripsi: 

You love someone at the first sight and that person's shadow still teasing you, made you be dumb!
~ Park Chan Yeol.

No matter how hard you try but you never forget your first love
~ Park Soo Young.

You love someone but you can't say that such a fool, you still save that person in your heart secretly
~ Yook Sung Jae

***

Kisah cinta di musim semi antara tiga insan manusia.
Park Chan Yeol, 24 tahun, seorang idola papan atas dengan banyak fans yang tergila-gila padanya, tapi herannya dia justru tergila-gila pada Soo Young.
Park Soo Young, 20 tahun, seorang yeoja chaebol yang kembali ke Seoul dengan tujuan utama ingin membalas dendam pada mantan pacarnya, Sung Jae.
Yook Sung Jae, 21 tahun, mantan kekasih Soo Young dan cinta pertama Soo Young.

Bagaimanakah kisah cinta mereka bertiga?

©Kim Ara, Agustus 2015



Chapter 1


Playlist Beautiful by EXO 

"Every girl is pretty. Every women is beauty. Beauty inside and outside is a lady. A true lady act like a women and wearing a dress like a boss " 

***

Author's POV 

Park Soo Young, yeoja chaebol yang sangat cantik bak bidadari dari kahyangan, dengan tubuh bak model membuatnya terlihat sangat sexy dihadapan para namja. Siapa namja yang bisa mendustai kecantikkan yang dimilikinya? Bentuk wajahnya oval, hidungnya kecil nan tinggi, bibirnya kecil berwarna merah muda, garis pipinya masih jelas terlihat merah merona jelas saja karena dia seorang yeoja yang baru menginjak umur 20 tahun ini. Kecantikkannya semakin dilengkapi dengan rambut panjang bergelombang yang menjadi mahkotanya. 

Apakah dia menjalani plastic surgery mengingat dia adalah chaebol? Ani! Dia tidak menjalani hal semacam itu, meski hal itu masih menjadi trending di Korea Selatan. Kecantikkan yang dia peroleh adalah dari hasil kerja kerasnya. Kerja keras? Ya, dia melakukannya demi membalas dendam untuk mantan pacarnya, Yook Sung Jae. 

~

Flashback on
 
At Seoul Senior High School. 

Park Soo Young, yeoja lugu berkacamata bulat tebal yang terpasang dimatanya berjalan dengan riang sambil melompat kecil meski berat badannya overweight dan sering dipanggil dongdongie, tapi dia tidak peduli, karena hari ini tanggal jadian ke-100 bagi Soo Young dan Sung Jae, dan dia tahu Sung Jae mencintainya apa adanya dia, jadi dia berencana memberikan kado pada Sung Jae untuk merayakan hari bahagia mereka. 

"Aku tidak mencintainya! Apakah kau puas?!" teriak suara cowok diujung koridor kelas. Suara yang sangat dikenal Soo Young membuat Soo Young terpaku didinding mendengarnya. 

Andwae, Yook Sung Jae.. Kau tidak boleh melakukan ini padaku. Eotteoke? Sung Jae-ya.. isak tangis Soo Young dalam hati mendengar kata-kata Sung Jae.

"Dia yeoja cengeng! Lugu! Bodoh! Culun! Jelek! Dwenya?!" teriak Yook Sung Jae. Kali ini suaranya lebih terdengar penuh dengan emosi yang meluap-luap.

Setelah kejadian hari itu, Soo Young pindah sekolah dari Seoul ke Los Angels dan menamatkan senior high school disana. 

Flashback off 


Setelah menamatkan sekolahnya disana, Soo Young tidak ingin kembali lagi ke Korea tapi karena appa-nya sakit keras, dan dia sebagai penerus Daehan grup dari garis appa-nya harus segera pulang untuk mengisi kekosongan sementara sampai appa-nya sembuh. 

Di Starbucks yang berada dipusat kota Seoul, Soo Young sedang duduk menikmati minumannya. Dia duduk dipojokkan tapi sama sekali tidak membuat mata para namja berhenti menatapnya. Beberapa pasang kekasih bahkan sudah saling bertengkar karena mata namja chingu mereka tengah menatap Soo Young terpesona akan kecantikkannya. 

Soo Young tampil cantik dalam dress biru langit yang dia kenakkan hari ini. Matanya menatap keluar jendela, melihat orang-orang yang berlalu-lalang dijalan, bunyi bising kendaraan roda empat yang memadati, ataupun kendaraan roda dua yang hanya bisa dihitung dengan jari, yang berjalan menyusuri jalanan luas kota Seoul yang bebas dari kemacetan. 

"Soo Youngie.. Sudah lama kau menunggu?" tanya Lee Yoo Bi, "Mianhae eonni ada pekerjaan di kantor," sambungnya. 

"Gwaenchanha eonni, aku juga baru tiba 15 menit yang lalu," jawab Soo Young sambil meletakkan minuman diatas meja bulat didepannya. 

"Eoh geurae.. Ah chamsiman," Yoobi memberi tanda isyarat pada Soo Young untuk menunggu dia memesan minuman dulu. Soo Young mengangguk, mengerti. 

Berselang beberapa menit kemudian Lee Yoo Bi datang dengan membawa sepiring sandwich dan sekotak minuman chocolate

"Kamu tak makan?" tanya Yoobi. 

Soo Young terkekeh sambil menggeleng. 

"Ya bagaimana bisa kau masih diet?" timpal Yoobi, "Aigoo..." 

Soo Young kembali tersenyum dan melanjutkan meminum minumannya. 

"Kau masih ingin balas dendam pada namja brengsek yang membuatmu menangis setiap malam itu?"
Pertanyaan Lee Yoo Bi membuat Soo Young menghentikan aktivitasnya. Dia tertunduk sejenak sebelum mengangkat kepalanya dan senyum menatap Yoobi yang sedang memakan sandwich.

"Geunyang.. Geumgeumhae. Bagaimana perasaannya saat melihat perubahan drastisku." 

Lee Yoo Bi menghela napas, "Heol.. Kau tahu, eonni pikir itu tandanya kau masih cinta padanya."

Cinta? tanya Soo Young dalam hati. 

Melihat ekspresi wajah Soo Young yang mengernyitkan dahi, Yoobi memahami apa yang dipikirkan Soo Young. 

"Hmm.. Soo Youngie, eonni lahir lebih duluan kamu dan eonni tahu perasaan ini. Terkadang kamu ingin membalas dendam keseseorang karena kau masih mencintainya," kata Lee Yoo Bi seperti seorang pakar cinta saja, dia menerangkan menggunakan gerakan tangannya dan bahasa tubuhnya. 

"Aniyo, aku tidak mencintainya namja brengsek itu lagi. Aku hanya ingin-" 

Belum sempat Soo Young menyelesaikan kata-katanya, Lee Yoo Bi sudah menempatkan sebuah sandwich dimulut Soo Young yang membuatnya tidak bisa melanjutkan kata-katanya. 

"Ah dwesseo! Aigoo.. Meokgeo. Tubuhmu sudah sangat kurus," kata Yoobi. 

Mm.. mm.. terdengar suara ocehan Soo Young saat mulutnya penuh terisi sebelum sempat mengerluarkan sandwich yang menempel dimulutnya. Hal itu membuat Yoobi tersenyum lebar. 

Soo Young menuruti kata-kata Yoobi dan mulai sedikit mencicipi sandwich ditangannya. Lee Yoo Bi tersenyum puas penuh kemenangan karena akhirnya yeoja yang sangat keras kepala ini masih mau mendengarnya. 

Lee Yoo Bi, sebenarnya adalah kakak sepupu Park Soo Young sekaligus sahabat dekatnya. Bersekolah di sekolah yang sama dengan Soo Young sebelum dia pindah. Lee Yoo Bi adalah sunbaenim di sekolah Soo Young yang lama, dua tingkat diatas Soo Young. 

"Eonni, kau berhasil kuliah di Oxford hanya dalam 2 tahun, tapi kau kembali ke Seoul dan hanya bekerja di perusahaan kecil? Kenapa kau tidak bekerja di perusahan kita saja?" 

Lee Yoo Bi tersenyum lebar, "Aigoo.. Yeo dongsaeng-ku geumgeumhaeji?" 

"Em.." 

"Eonni hanya ingin mulai dari bawah. Kau tahu bukan kita adalah keluarga besar, punya banyak sepupu. Geureudo, eonni tak ingin bersaing dengan kalian," tutur Lee Yoo Bi sambil terus memakan sandwich yang tak mampu Soo Young habiskan. 

"Eoh?" 

"Lagian bukankah sudah jelas? Halabeoji sangat menyayangimu. Tentu saja seluruh aset akan berada ditanganmu sebagai pewaris setelah appa-mu," lanjut Yoobi. 

Soo Young hanya terdiam. Sebenarnya dia sendiri tak enak hati untuk mengobrol soal pewaris lebih jauh karena dia merasa tak enak hati pada Yoobi eonni atau sepupunya yang lain. 

"Mm, it delicious. Sepertinya aku akan tambah," Yoobi mengangkat tangannya memanggil pelayan. 

"Biar aku saja yang pesan eonni," Soo Young berdiri dan berjalan menuju tempat pemesanan.

"Ah padahal kita bisa memanggil pelayan saja," 

Sooo Young hanya tersenyum dan meneruskan langkahnya menuju tempat pemesanan. 

*** 

Chanyeol's POV 

Aku bosan duduk dalam dorm tanpa ada aktivitas. Aku mengajak Kai berjalan, dia setuju. Kami lalu menyamar dan menggunakan mobil milik Gong hyung, manajer kami. Kami pergi tanpa sepengetahuan dia. Ini sudah masuk musim semi jadi kami menyamar menggunakan pakaian yang cocok untuk musim semi. Aku dan Kai sama-sama menggunakan baju berwarna hitam dengan asesoris seperti topi dan syal membungkus leher kami berwarna senada, hanya saja kami menambahnya dengan masker penutup mulut tidak sama, milikku hitam dan Kai putih. Kai membawa mobil melaju ketempat yang ingin kami datangi. 

"Kai-ya sepertinya disitu masih sepi. Kita singgah disitu saja," kataku. Kai menuruti dan memarkirkan mobil yang dikendarainya. 

Kami masuk kedalam. Benar saja hanya beberapa orang saja didalamnya. Sepertinya banyak orang sedang berjalan menikmati bunga Cherry blossom yang sedang mekar, ini waktu yang tepat bukan? Keberuntungan bagi kami juga, semoga tak ada yang mengenali kami. 

"Eoseo eseyo," sapa pelayan dimeja pemesanan pada kami sambil menundukkan kepala. Kami membalas sapaannya dengan menunduk. 

Deg.. Deg.. Deg.. Apakah kalian percaya jatuh cinta pada pandangan pertama? I'm in love at the first sight. Yeoja berambut panjang itu berjalan melewati kami. Wajah kami sempat saling memandang dan dia melewatiku sambil tersenyum. Pamer senyumkah? 

Aku menyubit lengan Kai yang kupikir dia pasti tak memperhatikan yeoja itu karena matanya asyik melihat menu list yang terpajang didinding atas tempat pemesanan. 

Who is she? Oh my God, girl you are beautiful, you got me just by your smile, gumamku dalam hati. 

Kai yang merasa sakit saat kuberi dia cubitan memandangku dengan tatapan kesal. Tapi aku tak mempedulikannya. Aku terus melihat punggung yeoja cantik itu berjalan dan akhirnya duduk dipojokkan bersama seorang yeoja lain. 

"Ayo kita duduk disana!" seruku pelan sambil menarik lengan Kai yang telah selesai memesan. 

Aku berjalan dan mencari tempat duduk disamping meja yeoja itu. Aku duduk diposisi yang bisa membuatku melihat wajahnya, sedangkan Kai duduk membelakangi mereka. Yeoja itu tak memperhatikan kedatangan kami. Dia sedang sibuk meminum minuman yang dia baru pesan dan memandang keluar. Aku tak tahu apa yang dia pandang dan dia pikirkan. Aku hanya tahu saat ini aku jatuh cinta padanya. Aku terus memperhatikannya diam-diam. Biasanya fans yang akan memperhatikanku diam-diam tapi hari ini untuk pertama kalinya aku memperhatikan seorang yeoja, wajahnya cantik. Memang banyak yeoja cantik di Seoul, ralat di dunia. Tapi entah mengapa wajahnya begitu menarik hatiku. 

"Hyung ayo makan lebih cepat dan pergi dari sini. Beberapa orang mulai memperhatikan kita," kata Kai pelan, tapi ternyata suaranya Kai membuat yeoja itu memalingkan kepalanya menoleh kearah kami. 

Aku salah tingkah saat sepasang mata kami saling bertemu. 

"Ooo!" aku memakan makanan kami.

to be continued.. 

*** 

words:
-. yeoja = cewek
-. chaebol = kaya, konglomerat
-. namja = cowok
-. ani, aniyo = tidak
-. andwae = tidak boleh, jangan
-. eotteoke = bagaimana, bagaimana bisa
-. dwenya = puas?
-. appa = ayah, papa
-. namja chingu = pacar cowok
-. mianhae = maaf
-. eonni = panggilan cewek untuk cewek lebih tua darinya
-. gwaenchanha = tak apa
-. geurae = oh begitu, oh baiklah
-. chamsiman = tunggu sebentar, sebentar ya
-. aigoo = sigh!/whew!/ oops!
-. geunyang = hanya saja, hanya
-. geumgeumhae = penasaran; geumgeumhaeji = ingin tahukah?
-. heol = what the../OMG; digunakan ketika shock
-. dwesseo = lupakanlah
-. meokgeo = makan, makanlah
-. yeo dongsaeng = adik perempuan
-. geureudo = dan, dan juga
-. eoh? = huh?
-. halabeoji = panggilan untuk kakek dari pihak ayah
-. hyung = panggilan cowok untuk cowok lebih tua darinya
-. eoseo oseyo = sapaan selamat datang

Tidak ada komentar:

Posting Komentar